Mojokerto24-Partai Gerakan Rakyat (PGR) yang linier Anies Baswedan dan Partai Gema Bangsa linier Presiden Prabowo Subianto, dua partai politik (parpol) baru, ngebut membangun jejaring nasional hingga dalam waktu singkat telah merambah seluruh provinsi di Indonesia bahkan berbagai seluruh kabupaten / kota. Gerakannya masif dan mengancam parpol-parpol lama, dengan posisi dimana pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 bisa usung Calon Presiden (Capres). Coba disusul Partai Rakyat Indonesia (PRI / PARI) dengan Ketua Umum (Ketum) Muhammad Nazaruddin (mantan Demokrat) dengan Sekjen Adhitya Yusma dan Ketua Dewan Pembina Wiranto mantan Hanura.
Partai Gema Bangsa yang dukung Prabowo Subianto menjadi Calon Presiden (Capres) lagi pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 dengan Ahmad Rofiq sebagai Ketua Umum dan Muhammad Sopiyan sebagai Sekretaris Jenderal. Untuk PGR, ketua Umum dipegang Sahrin Hamid.
Menurut R. Trihar pemerhati masalah sosial politik menyebut parpol-parpol itu bisa usung Capres dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2029.
Dalam beberapa hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M, berbagai Pemerintah Daerah (Pemda) telah memasukkan dua parpol tersebut dalam deretan parpol yang ikut diundang dalam acara Buka Puasa Bersama (Bukber).
Daerah yang super aktif diantaranya di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat, Bali, Banten dengan berbagai kabupaten / kota diantaranya Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Nganjuk, Mojokerto, Jombang dan lainnya.
"Mereka bisa usung Capres pada Pilpres 2029. Bahkan dalam beberapa waktu ke depan, bisa saja diantara parpol baru yang dukung Presiden Prabowo untuk Capres lagi pada Pilpres 2029, bisa saja dapat jatah posisi dari pemerintah pusat," ungkap R. Trihar yang salah satu saudaranya KPK.
Siswahyu Kurniawan penulis buku biografi BUNG KARNO DAN PAK HARTO yang juga penulis buku biografi pelawak nasional Asmuni - Srimulat, kurang lebih sepakat dengan yang disampaikan R. Trihar.
Namun ditambahkannya, yang saat ini jauh lebih penting adalah penguatan riil di lapangan dan untuk masyarakat, sekaligus untuk mengurangi agar tidak terjebak gebyar-gebyar elite dimana telah banyak parpol lain yang gagal memasukkan calegnya sebagai anggota DPR RI (pusat) meskipun parpolnya telah dibesut dengan 'modal' yang luar biasa besar.
Dikatakannya modal untuk gebyar nasional mungkin perlu, namun dibatasi, lebih diarahkan untuk penguatan di daerah-daerah, terutama terhadap para pengurus daerah yang serius dengan gerakan riil termasuk bagaimana para pengurus pusat hingga daerah lebih bersinergi untuk menyiapkan caleg potensial terutama untuk DPR RI.
Kenapa DPR RI? Karena bisa lebih strategis untuk penguatan parpol ke depan. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 / 081215754186 (Siswahyu).
Artikel Terkait
Fenomena “Login Muhammadiyah”: Gaya Baru Beragama di Era Digital?
Krisis TPA Randegan Mojokerto
Cita Rasa Kopi Lereng Penanggungan yang Mendunia yaitu kopi trawas mojokerto
Pimpinan Redaksi Mojokerto24Launchingkan Aplikasi Layanannya Jasa Transportasi Online PING OJEK
Happy Milad, Wali Kota Mojokerto Dapat Ucapan Dari Pimpinan Redaksi Mojokerto24
Bupati Mojokerto Buka Rangkaian Hari Jadi ke-733 dengan Senam Massal dan Aksi Sosial
Dampingi Balita Gizi Buruk dengan Penyakit Langka, Pemkab Mojokerto Salurkan Bantuan-Fasilitasi Tes Genetik
Parkir Berlangganan di Kota Mojokerto Bakal Digugat di PTUN
Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026: Indonesia vs Thailand, Duel Penentu Gelar
Kuasa Hukum EWK Akan Melaporkan Balik Pelapor ke Polda Jatim dan Lakukan Gugatan Terkait Arisan Online