Mojokerto24-Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono berbincang via telepon dengan Menlu Iran Abbas Araghchi pada Senin (2/3) saat Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan bersama ke Iran.
Dalam pembicaraan itu, Sugiono menyinggung eskalasi di Timur Tengah dan kesediaan Indonesia menjadi mediator.
"Indonesia siap memainkan peran konstruktif dalam memajukan perdamaian, termasuk menawarkan kesediaan kami untuk memfasilitasi dialog atau mediasi," kata Sugiono dalam unggahan di X.
Tawaran mediasi itu bertujuan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menghentikan korban tewas yang tak berdosa.
Di kesempatan itu, Sugiono juga menyebut Indonesia mendesak semua pihak untuk menahan diri secara maksimal dan segera melakukan de-eskalasi.
Keinginan Indonesia menjadi mediator sebelumnya sudah disampaikan dalam rilis resmi Kementerian Luar Negeri pada Sabtu.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto bahkan bersedia ke Iran untuk melanjutkan niatnya, jika disetujui seluruh pihak.
"Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak keTeheran untuk melakukan mediasi," demikian rilis Kemlu.
Iran, melalui Kedutaan Besar mereka di Jakarta, mengapresiasi tawaran Indonesia. Namun, mereka juga mendesak pejabat RI harus lebih tegas ke AS dan Israel yang sudah melanggar hukum internasional dan piagam PBB.
"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, dengan menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini, menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel," demikian rilis resmi Kedubes Iran pada Minggu.
Dalam pernyataan resmi Kemlu maupun Sugiono sama sekali tak mengecam Amerika Serikat dan Israel yang lebih dulu meluncurkan serangan bersama ke Iran.
Pernyataan resmi Kemlu hanya menyebut Indonesia menyesalkan perundingan yang gagal antara Iran dan AS yang berdampak ke eskalasi militer di Timur Tengah.
Mereka lalu meminta "seluruh pihak untuk menahan diri" dan menekankan pentingnya menghormati kedaulatan. Dalam rilis, tak ada kecaman atau kutukan atas agresi AS-Israel ke Iran.
Artikel Terkait
Harga Bahan Pokok di Kota Mookerto Masih Mahal, Cabai Rawit Bertengger di Rp 85 Ribu Per Kilogram
Pemkot Mojokerto tingkatkan ekonomi lewat pasar takjil Ramadhan
Jelang HUT ke-1, ormas Gerakan Rakyat kota Mojokerto Melaksanakan dua agenda Sosial
Tanam Bambu Kuning di Harlah Ormas GERAK Kota Mojokerto
Perkuat Ketahanan Pangan, Gerakan Rakyat Kota Surabaya Jatim Bagikan Bibit Tanaman Hortikultura pada Warga
Brikom TKN Resmi Dibentuk di Mojokerto, Wadah Baru untuk Pembangunan Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat
Kabar Duka Hari Ini: Wapres ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno Meninggal Dunia
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas Terbunuh karena Serangan AS-Israel
Bangga, Khansadinah Nahdah Wahyuda: Novan Wahyu Hidayat Alumni STTD Jadi Atase Perhubungan Kedubes Di Belanda
Trump Kena Batunya, Perang AS-Israel ke Iran Bawa "Kiamat" ke Amerika