• Sabtu, 18 April 2026

Siswahyu Kurniawan Ajak Belajar, Usai AS - Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Penting Fokus Swasembada

Photo Author
Aris Taufiq Febrianto, Mojokerto 24 Jam
- Jumat, 6 Maret 2026 | 13:36 WIB

Juga seperti dilakukan 'raksasa' satunya tapi dengan cara berbeda, yang diam-diam selalu berusaha menguasai negara-negara lain dengan infiltrasi ekonomi maupun yang sejenis itu.


Lantas, ada isu reformasi lagi?

Hati-hati, antek asing bisa lewat siapapun, bisa lewat mana-mana. Bisa lewat para pemimpin, bisa lewat warga negara, bisa lewat demonstran yang kritis, bisa lewat media, bisa lewat oligarki 'negatif', bisa lewat gen z seperti pola yang sudah dipakai di sejumlah negara belakangan ini, dan lainnya.

Yang terpenting bahwa antek asing biasanya lebih cenderung membuat sekadar kekisruhan. Kekisruhan yang kasar maupun kekisruhan yang halus diantaranya infiltrasi ekonomi - SDA. Kekisruhan tanpa pernah berpikir pada ikhtiar untuk mewujudkan cita-cita bangsa - negara. Kekisruhan tentu lebih mudah diciptakan daripada mewujudkan Cita-Cita Proklamasi?

Timor Leste negara tetangga kita bisa menjadi bagian contoh lain infiltrasi pihak asing yang memberi harapan-harapan untuk kehidupan yang lebih baik, namun kini menuju jurang kebangkrutan, diantaranya dengan jebakan hutang untuk proyek yang tidak efektif, yang tidak langsung menyentuh 'perputaran' ekonomi rakyat: mungkin seperti Whosh, IKN dan sepaketannya kalau di Indonesia? Jebakan yang membebani anak keturunan kita yang tidak ikut tahu urusannya.


Ada isu reformasi lagi?

Lantas tiba-tiba ada kondisi geopolitik, serangan AS - Israel ke Iran.

Beberapa saat setelah dilantik menjadi Presiden Ke-8 RI, Presiden Prabowo Subianto Djojohadikusumo (PSD) pada Oktober tahun lalu (2024), sempat 'memprediksi bahwa situasi - kondisi geopolitik global akan tidak menentu. Kemudian PSD mengemukakan diantaranya bahwa penting bagi Indonesia untuk Swasembada Pangan dan Swasembada Energi, serta swasembada - swasembada lain yang potensinya memang dimiliki Indonesia. Pemikiran yang tepat.

Presiden PSD pun minta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar percepatan Swasembada Pangan. Hingga, pada awal tahun 2026, PSD mengumumkan bahwa Indonesia telah mampu swasembada pangan beras.

Akan tetapi masih jauh untuk swasembada energi dan swasembada - swasembada lainnya? Sehingga ke depan, lebih penting Indonesia, lebih penting Presiden PSD memikirkan percepatan swasembada energi dan swasembada - swasembada lainnya, untuk Ketahanan Nasional sesuai program awalnya. Apalagi pasca terjadi serangan AS - Israel ke Iran, dan tidak bisa dipastikan kapan konflik itu akan berakhir. Jadi, fokuskan dalam negeri.


Ada isu reformasi lagi?

Kita Indonesia para pemimpin, para warga negara harus waspada terhadap mereka semua, dengan ukuran: fokus seberapa jauh mencapai Cita-Cita Proklamasi 17 Agustus 1945, agar tidak mudah diombang-ambingkan negara lain termasuk melalui buzzer-buzzer, yang begitu mudah masuk ke ruang-ruang hp medsos kita, lebih-lebih para generasi muda gen z yang kini jadi bagian dari sasaran utama untuk membuat kekisruhan suatu negara meskipun kadang tak tahu tujuannya, atau terlambat menyadari bahwa ditunggangi, seperti sejumlah peristiwa besar yang telah terjadi di Indonesia termasuk REFORMASI 1998 yang ingin menumpas KKN. Namun, mengutif Mahfud MD lagi, kini KKN jauh lebih masif, dan Angkatan 1998 apakah menyadari? Harus bertanggung - jawab?

Suarakan reformasi oligarki?


SISWAHYU KURNIAWAN, penulis sejumlah buku termasuk buku biografi Asmuni – Srimulat, buku berjudul Bung Karno Dan Pak Harto, buku biografi beberapa tokoh koperasi diantaranya R. H. HASSAN WIRJOKOESOEMO dll – dll. Juga buku biografi anggota DPD RI Mardjito GA (yang juga Ketum Puskud Jatim, Sekjen Inkud, Komisaris Bank Bukopin). Pernah terlibat di Tabloid Padhang Bulan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), dan dapat semacam 'beasiswa' Community Development Eastern Asian Past Institute (EAPI) - Asian Social Institute (ASI) Manila, Filipina. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 / 081215754186 (Siswahyu).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Aris Taufiq Febrianto

Artikel Terkait

Terkini

Krisis TPA Randegan Mojokerto

Jumat, 10 April 2026 | 16:56 WIB
X