Mojokerto24-Sosok Anies Baswedan sebagai tokoh publik dan pemimpin politik terus memantik perhatian dari berbagai kalangan, tak terkecuali di ranah akademis.
Salah satu tokoh yang membedah secara mendalam kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut adalah Dewi Nurani, seorang penggerak sosial dan pendidikan yang aktif di tengah masyarakat.
Ketertarikan Dewi terhadap kiprah Anies Baswedan diwujudkan melalui sebuah buku yang ditulis berkolaborasi dengan Dr. Siti Nuri Nurhaidah, berjudul “DAKWAH POLITIK Anies Rasyid Baswedan Dalam Merukunkan Umat Beragama di DKI Jakarta”.
Latar Belakang Pendidikan dan Keluarga
Lahir dari pasangan M. Tarmizi Sulaiman dan Nur Amala, keluarga yang berdarah asli Lampung, Dewi telah lama mendedikasikan dirinya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Perjalanan akademis Dewi dimulai ketika ia menempuh pendidikan S1 di Fakultas Psikologi Universitas Persada Jakarta pada rentang tahun 1994 hingga 1998. Semangat belajarnya terus berlanjut hingga ia menempuh pendidikan S2 pada Program Studi Komunikasi Penyiaran Agama Islam di Universitas Islam As-Syafi’iyah (2022–2024).
Menariknya, buku tentang kiprah politik Anies ini berakar dari riset akademisnya. Karya tersebut merupakan pengembangan dari tema ulasan tesis masternya. Saat ini, di kampus yang sama, Dewi juga tengah memproses penulisan disertasi untuk meraih gelar Doktor, yang secara khusus akan kembali membedah kepemimpinan dalam perspektif dakwah politik dan kesalehan sosial.
Alasan Mengkaji Sosok Anies Baswedan
Bagi Dewi, rekam jejak Anies Baswedan sebagai akademisi, aktivis pendidikan, sekaligus pemimpin daerah menjadikannya figur yang sangat menarik untuk dikaji secara ilmiah. Ia menilai Anies sebagai pemimpin publik yang mumpuni dan dikagumi oleh berbagai lapisan masyarakat.
“Beliau memiliki perpaduan spesial dan ideal antara kapasitas intelektual, kepemimpinan politik, dan mampu mempengaruhi pola pikir sosial masyarakat dalam ruang publik Indonesia,” katanya saat diwawancara KBA News, Jumat, 3 April 2026.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa Anies memiliki kapasitas intelektual yang didukung oleh kemampuan komunikasi publik yang sangat kuat. Gaya kepemimpinannya dinilai menonjol dalam membangun narasi serta gagasan yang visioner, yang tak lepas dari latar belakangnya sebagai pendidik.
Harapan Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam pandangan pribadinya, Dewi tidak hanya melihat Anies sebagai politisi unggul di tingkat nasional, tetapi juga sebagai pemimpin hebat berkelas global. Ia meyakini bahwa Anies adalah sosok yang paling ideal untuk membawa bangsa ini mencapai visi Indonesia Emas 2045.
“Paket komplit, berakhlak, berilmu, berbudaya, cerdas, komunikatif, dan pandai mengambil hati publik dengan narasi yang kuat. Indonesia sedang tidak baik-baik saja, Indonesia butuh Beliau,” katanya.
Dewi menyimpan harapan besar agar Anies dapat menjadi pemimpin Indonesia masa depan yang tangguh—pemimpin yang bersedia mendengarkan aspirasi masyarakat, terbuka terhadap kritik, serta mampu merajut persatuan di tengah pusaran perbedaan politik demi membawa Indonesia unggul di kancah global.