“Mengingat kepada pembentuk undang-undang untuk menghargai kedaulatan rakyat dalam memilih wakilnya atau pemimpinnya,” tutur Aris.
Gerakan Rakyat menilai bahwa selama ini penerapan ambang batas yang tinggi lebih terasa digunakan sebagai alat rekayasa politik oleh partai tertentu guna mempertahankan dominasi dan meniadakan kompetisi secara adil.