Mojokerto24-Sejumlah kawasan wilayah di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, serasa selalu dianak-tirikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, termasuk dalam soal 'perhatian' maupun pembangunan, lebih-lebih yang terkait hal-hal vital diantaranya sarana - prasarana transportasi (misal jalan), drainase untuk jalan, sarana irigasi pertanian, sering kekurangan air pertanian dan kekurangan air bersih maupun pembangunan yang lainnya.
Hal tersebut juga dirasakan di wilayah Kecamatan Bluluk, Kecamatan Sukorame, Kecamatan Modo, Kecamatan Ngimbang, Kecamatan Sambeng, Kecamatan Mantup, Kecamatan Kembangbahu.
Pembangunan serasa semakin timpang dirasakan di kawasan yang berdekatan dengan perbatasan Kabupaten Bojonegoro, dimana Pemkab Bojonegoro melakukan pembangunan yang pesat untuk wilayah-wilayah seluruh kecamatannya termasuk yang di pelosok-pelosok yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Lamongan.
Curhatan dari warga Kabupaten Lamongan tentang situasi - kondisinya itu tidak hanya satu kali atau dua kali namun sudah berulang kali akan tetapi respon dari Pemkab Lamongan dinilai masih sangat jauh dari memadai.
Yang terbaru beberapa waktu lalu Harianto Kepala Desa Cangkring Kecamatan Bluluk menyampaikan bahwa banyak warga desanya maupun sejumlah desa lain karena saking jengkelnya, ingin pindah ikut wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Kurang lebih hal tersebut diungkapkan Harianto saat memberikan sambutan pada acara penyerapan aspirasi (reses) anggota DPRD Lamongan Partai NasDem H. Tasirin SH MH (Abah Tasirin) dan anggota DPR RI Partai NasDem H. Thoriq Majiddanor, SE, SH, MHP (yang akrab dipanggil: Mas Jiddan karena masih sangat muda, usia 31 tahun red.), yang diwakili sejumlah tim ahlinya diantaranya Mas Ahmad Roni dan Mas Marlan yang menjadi ujung tombak dan telah membantu masyarakat dengan berbagai program termasuk PIP dan KIP untuk sekolah dan kuliah gratis.
"Warga saya itu hingga ingin pindah ikut wilayah Kabupaten Bojonegoro," ungkap Harianto Kades Cangkring saat memberi sambutan pada serap aspirasi yang diadakan di Balai Desa Cangkring pada hari Minggu 15 Maret 2026.
Curhatan juga disampaikan Camat Bluluk M. Eko Triprasetyo, S.STP., M.KP, banyak di wilayahnya yang kekurangan air dan juga kekurangan pembangunan sarana prasarana jalan beserta drainasenya. Bahkan yang memprihatinkan, di ibu kota Kecamatan Bluluk sendiri ketika hujan lebih dari setengah jam maka air meluap ke jalan. Dan jika hujan lebih dari satu jam maka kampung kauman sekitarnya akan banjir.
"Saya juga sudah menyampaikan ini," ungkap Eko, bahkan diantara curhatannya juga telah disampaikan melalui menantu Bupati Lamongan. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini = 081216271926 / 081215754186 (Siswahyu).
Artikel Terkait
Momen Refleksi untuk Terus Eksis, Jawa Pos Radar Mojokerto Gelar Tasyakuran HUT Ke-25
Indonesia alihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke AS
Siswahyu Kurniawan Ajak Belajar, Usai AS - Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Penting Fokus Swasembada
Gerakan Rakyat Jatim Targetkan Jadi “Rumah Besar” Simpatisan Anies Baswedan
Tuntut Sikap Tegas, Gerakan Rakyat Minta RI Batalkan Perjanjian Dagang dengan Amerika Serikat
Perkenalkan Gerakan Rakyat Mojokerto Kota, Official Store Atribut Gerakan Rakyat
IDJ RESMI DILUNCURKAN, KOPPIJAS BANTU FASILITASI PENGEMBANGAN USAHA BINAAN
Menebar Senyuman dan Berbagi Kebahagiaan, Anak Yatim Dhuafa Yatim Mandiri Mojokerto Antusias Ikuti Buka Puasa Bersama TNI AD di Yonif Linud 503
Dari secangkir kopi kita bertemu dan berinpirasi , agres community berbagi takzil dijalan
Gerakan Rakyat Mengecam Berat Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus