“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mengajak generasi muda tidak hanya ‘login’, tetapi juga ‘upgrade’ pemahaman dan keterlibatan mereka dalam gerakan,” tegasnya.
Tak kalah penting, Muhammadiyah juga perlu terus menunjukkan kontribusi nyata melalui amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, identitas keagamaan tidak berhenti pada ranah digital, tetapi juga hadir dalam aksi nyata yang berdampak luas.
“Relevansi bukan berarti mengikuti semua tren, tetapi menjadikan tren sebagai pintu masuk menuju pemahaman yang lebih dalam,” pungkas Fajar.
Artikel Terkait
Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengkritik Amerika Serikat (AS) dalam pidato perdananya usai terpilih kembali sebagai presiden
Gerakan Rakyat dan Relawan Matangkan Rencana Halal Bi Halal Tokoh Inspirasi Anies Baswedan di Surabaya Jatim
Kredit UMKM Melambat, Ini Penyebabnya
Harga BBM Terbaru Jumat 3 April 2026, Lengkap Pertamina, Shell, Vivo hingga BP
Ide Kreatif Bangun Ekonomi Di Mojokerto dengan PING OJEK
Mengenal Dewi Nurani, Perempuan yang Meneliti Tentang Dakwah Politik Anies Baswedan di Jakarta
Acara Tasyakuran dan Halal Bihalal Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Timur Gerakan Rakyat Di Hadiri Ketua Umum
KELOPAK MATA PEMERINTAH SEPERTI TERTUTUP! KRITIS : STOCK BULOG KOSONG, HARGA KOMODITI MINYAK, LPG DAN KEDELAI NAIK DRATIS, RAKYAT MENJERIT.
Pimpinan Redaksi Mojokerto 24 Mengucapkan Happy Milad Ke-26 Yayasan Permata Mojokerto
Jadwal Semifinal Piala AFF Futsal 2026: Indonesia vs Vietnam, Garuda Tanpa Beban