• Sabtu, 18 April 2026

HASIL RAPAT KOPERASI JAWA TIMUR (KOPPIJAS)

Photo Author
Aris Taufiq Febrianto, Mojokerto 24 Jam
- Kamis, 8 Januari 2026 | 09:37 WIB

Penyusunan Strategi Distribusi, Pemasaran, dan Stabilisasi Harga Komoditas Pertanian

Mojokerto24-Rapat Koordinasi Koperasi Petani Jawa Timur (KOPPIJAS) telah menyusun strategi komprehensif untuk mengembangkan sektor pertanian lokal dengan fokus pada komoditas sayuran dan buah-buahan utama seperti bawang merah, kacang panjang, terong, tomat, cabai rawit, jagung, buah naga, serta sayuran lainnya yang telah diperlihatkan dalam hasil produksi petani.

Penyusunan Strategi Distribusi, Pemasaran, dan Stabilisasi Harga Komoditas Pertanian

Pada hari [7 Januari 2026], KOPPIJAS menggelar rapat untuk menyusun langkah-langkah konkret terkait pendistribusian, pemasaran, dan stabilisasi harga komoditas utama (bawang merah, kacang panjang, terong, tomat, cabai rawit, jagung, buah naga, serta sayuran lainnya seperti kubis, mentimun, dan daun hijau yang diperlihatkan dalam hasil produksi petani). Berikut adalah poin-poin kesepakatan:

1. PENDISTRIBUSIAN DARI PETANI KE PASAR

- Sistem Pengumpulan Produk: KOPPIJAS akan membentuk titik pengumpulan hasil pertanian (TPH) di setiap kabupaten di Jawa Timur, yang dikelola oleh pengurus koperasi lokal. Petani akan mengantarkan produk ke TPH terdekat sesuai jadwal yang telah ditentukan untuk meminimalkan biaya transportasi dan kerusakan produk.

 

Penyusunan Strategi Distribusi, Pemasaran, dan Stabilisasi Harga Komoditas Pertanian

Rapat Koordinasi Koperasi Petani Jawa Timur (KOPPIJAS) telah menyusun strategi komprehensif untuk mengembangkan sektor pertanian lokal dengan fokus pada komoditas sayuran dan buah-buahan utama seperti bawang merah, kacang panjang, terong, tomat, cabai rawit, jagung, buah naga, serta sayuran lainnya yang telah diperlihatkan dalam hasil produksi petani.

Penyusunan Strategi Distribusi, Pemasaran, dan Stabilisasi Harga Komoditas Pertanian

Pada hari [7 Januari 2026], KOPPIJAS menggelar rapat untuk menyusun langkah-langkah konkret terkait pendistribusian, pemasaran, dan stabilisasi harga komoditas utama (bawang merah, kacang panjang, terong, tomat, cabai rawit, jagung, buah naga, serta sayuran lainnya seperti kubis, mentimun, dan daun hijau yang diperlihatkan dalam hasil produksi petani). Berikut adalah poin-poin kesepakatan:



1. PENDISTRIBUSIAN DARI PETANI KE PASAR

- Sistem Pengumpulan Produk: KOPPIJAS akan membentuk titik pengumpulan hasil pertanian (TPH) di setiap kabupaten di Jawa Timur, yang dikelola oleh pengurus koperasi lokal. Petani akan mengantarkan produk ke TPH terdekat sesuai jadwal yang telah ditentukan untuk meminimalkan biaya transportasi dan kerusakan produk.

Penyusunan Strategi Distribusi, Pemasaran, dan Stabilisasi Harga Komoditas Pertanian

Rapat Koordinasi Koperasi Petani Jawa Timur (KOPPIJAS) telah menyusun strategi komprehensif untuk mengembangkan sektor pertanian lokal dengan fokus pada komoditas sayuran dan buah-buahan utama seperti bawang merah, kacang panjang, terong, tomat, cabai rawit, jagung, buah naga, serta sayuran lainnya yang telah diperlihatkan dalam hasil produksi petani.

Penyusunan Strategi Distribusi, Pemasaran, dan Stabilisasi Harga Komoditas Pertanian

Pada hari [7 Januari 2026], KOPPIJAS menggelar rapat untuk menyusun langkah-langkah konkret terkait pendistribusian, pemasaran, dan stabilisasi harga komoditas utama (bawang merah, kacang panjang, terong, tomat, cabai rawit, jagung, buah naga, serta sayuran lainnya seperti kubis, mentimun, dan daun hijau yang diperlihatkan dalam hasil produksi petani). Berikut adalah poin-poin kesepakatan:

1. PENDISTRIBUSIAN DARI PETANI KE PASAR

- Sistem Pengumpulan Produk: KOPPIJAS akan membentuk titik pengumpulan hasil pertanian (TPH) di setiap kabupaten di Jawa Timur, yang dikelola oleh pengurus koperasi lokal. Petani akan mengantarkan produk ke TPH terdekat sesuai jadwal yang telah ditentukan untuk meminimalkan biaya transportasi dan kerusakan produk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Aris Taufiq Febrianto

Artikel Terkait

Terkini

X