Mojokerto24-KABUPATEN Direktur Wehasta Sisyantoko menambahkan, tidak perlu menunggu program besar untuk bisa berkontribusi. ’’Setiap orang bisa mulai dari lingkungan terdekat. Mulai di halaman rumah, sekolah, atau ruang terbuka di sekitar,’’ imbuhnya. Aktivitas sederhana itu ternyata menumbuhkan kesadaran dalam diri, karena merawat alam adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai manusia.
Pengalaman kecil tersebut membentuk kebiasaan. Kebiasaan baik seperti ini bisa ditanamkan sejak dini agar tumbuh menjadi budaya. ’’Budaya peduli lingkungan, budaya gemar menanam, dan budaya hidup sehat,’’ ungkap Cak Toko.
Menanam pohon bukan hanya tentang hari ini. Melainkan tentang masa depan anak cucu kita. Tentang memberikan mereka udara yang bersih, air yang cukup, dan bumi yang tetap layak huni. Sehingga setiap bibit yang ditanam adalah harapan-harapan untuk dunia yang lebih hijau dan lebih baik.
’’Mari kita jadikan gerakan menanam pohon sebagai bagian dari gaya hidup. Bukan karena disuruh atau diwajibkan, tapi karena kita sadar bahwa bumi ini adalah rumah bersama. Dan seperti rumah, ia butuh dirawat dengan cinta,’’ pungkas Cak Toko.
Bang Aris Mengatakan Selamat Ulang Tahun untuk We-hasta yang ke 17 Th yang agenda di Paseban Trawas semoga jaya dan berkelanjutan untuk selamanya dan insya allah kita selalu berkalaborasi we-hasta WCD Mojokerto Raya Dan Mojokerto24.Semoga berkalaborasi selalu jangan lah berhenti sampai kapan pun.semangat untuk Mojokerto Asri.ungkap Bang Aris Leader WCDI Mojokerto Raya & Pimpinan Redaksi Mojokerto24.